Bank BPD DIY-PT JMM Teken Mou, Pembangunan Tol Yogya-Solo Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Bank BPD DIY-PT JMM Teken Mou, Pembangunan Tol Yogya-Solo Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Editorial
15 December 2021

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembangunan jalan tol Yogya-Solo diharapkan tidak sekadar memudahkan akses transportasi, tapi dapat memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY. Menyadari akan hal itu Bank BPD DIY merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan jalan tol Yogya-Solo. Adapun bentuknya dituangkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara Bank BPD DIY dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), di Kantor Pusat Bank BPD DIY, Selasa (15/12).‎‎

“Dengan adanya penandatangan MoU, antara Bank BPD DIY dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) ini tidak hanya memberikan semangat baru bagi kami. Tapi juga dampak positif bagi perekonomian di DIY, karena tol yang dibangun ini sangat strategis. Kami berharap kerjasama ini diharapkan Santoso dapat memberikan manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang,”kata Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad  saat penandatanganan MoU, antara BPD DIY dan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), di Kantor Pusat Bank BPD DIY, Selasa (15/12).‎

Adapun beberapa hal yang dikerjasamakan antara Bank BPD DIY dengan PT JMM meliputi beberapa hal. Seperti pembayaran dana ganti untung talangan tanah melalui rekening PT Bank BPD DIY, kerjasama pembiayaan dengan sub kontraktor yang mengerjakan konstruksi, pembiayaan dana talangan tanah, serta kerjasama kredit investasi untuk pembangunan Tol PT JMM.

Menurut Santoso, untuk jangka panjang, keberadaan jalan tol tersebut sangat strategi, khususnya dalam pengembangan ekonomi di DIY. Untuk itu selain meningkatkan kualitas dan layanan Bank BPD DIY juga terus berkembang selaras dengan tuntutan perkembangan masyarakat di DIY. Dengan begitu bisa mendorong semua pihak agar segera bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Selain manfaat  jangka panjang untuk jangka pe‎ndek Bank BPD DIY lebih meningkatkan fungsi lagi sebagai intermediary bank. Dengan begitu fungsi di dalam pembangun proyek konstruksi strategis nasional dapat berperan aktif,”ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo menjelaskan, pembangunan jalan tol Yogya-Solo sesuai dengan program pemerintah yang berkaitan dengan‎ pembangunan infrastruktur. Menyadari akan hal itu PT JMM berperan melaksanakan pembangunan tol ini dari Jogja-Solo-Kulonprogo yang panjangnya mencapai 97 km. Dimana dari jumlah tersebut mayoritas ada di DIY. ‎Ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian, seperti integrasi Aeropolis di Kulonprogo. Kedua, ada rencana penyesuaian trase, di Mlangi, Sleman karena ada pesantren yang terlampaui trasenya, mereka berharap tidak terkena. Saat ini pihaknya sedangkan berdiskusi dengan Pesantren. Ketiga yaitu dukungan dari Pemprov untuk seksi tiga tol.

‎”Kami berharap dengan adanya tol ini dapat memenuhi kebutuhan transportasi, jalan raya, sehingga bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain itu kami juga berharap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyambut baik dengan dukungan dan kerjasama BPD DIY dan PT JMM. Sultan berharap supaya proyek pembangunan tol ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan segera bangkit di tengah pandemi. ‎Mengingat pertumbuhan ekonomi di DIY sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. ‎Dimana pada Triwulan II mencapai kontraksi 6,72, dan pada triwulan III, tumbuh lebih baik dengan kontraksi 2,84 persen. Sehingga pada Triwulan IV nanti diharapkan bisa semakin membaik.

‎”Saya berharap pembangunan jalan tol ini bisa mendorong agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat terlibat aktif dan ambil bagian. Selain itu saya berpesan dalam pembangunan jalan tol ini harus mengedepankan kualitas,” ungkap Sultan. 

Sumber –  https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/yogyakarta/bank-bpd-diy-pt-jmm-teken-mou-pembangunan-tol-yogya-solo-%e2%80%8epacu-pertumbuhan-ekonomi/2/